Minggu, 02 Agustus 2009

komdat

KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER

DI SUSUN OLEH:-


DAFTAR ISI
Daftar isi………………………………………………………………. i
Kata Pengantar……………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Gambaran singkat tentang dasar
komunikasi komputer……………………………..
2.2 Media Transmisi data……………………………..
2.3 Kode Transmisi…………………………………...
2.4 Mode Transmisi…………………………………...
2.5 Perangkat keras komunikasi data………………….
2.6 Bentuk system komunikasi data…………………...
2.7 Network……………………………………………
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………
3.2 Saran.……………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….



KATA PENGANTAR

Computer dan teknologi informasi merupakan suatu yang sedemikian cepat berubah dan pesat berkembang. Karena itu penyusun makalah mengenai pengenalan computer merupakan pekerjaan yang tidak mudah.
Jelas bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna. Karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca makalah ini.
Mudah-mudahan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat dengan sebaik-baikny, dan akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai. Kami mengucapkan terima kasih.



Tangerang, April 2008



Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN


Computer masih merupakan hal yang baru bagi kita, demikian juga dengan halnya ilmu computer atau computer science masih sedikit dan belum banyak dikenal oleh masyarakat kita. Banyak orang menyamakan antara computer dengan ilmu computer. Ini merupakan suatu penafsiran yang salah, karena pengertian computer itu sendiri adalah berasal dari kata ‘to compute’ yang artinya adalah menghitung, jadi computer dapat juga disebut sebagai mesin hitung.
Kemajuan yang sangat pesat dalam bidang elektronik sekarang itni juga sangat mempengaruhi pesat majunya ilmu computer. Dinegara-negara yang sudah maju, ilmu computer sudah memasuki segala bidang kegiatan yang dilakukan masyarakatnya, baik baik dalam bidang bisnis ,pengobatan militer ataupun bidang lainnya.
Sebagian orang beranggapan bahwa dalam mempelajari ilmu computer orang harus mempunyai I.Q tinggi dan harus ahli dalam metematika, tetapi janganlah dilupakan computer itu bukanlah semata-mata diciptakan untuk memecahkan problema matematika saja. Tetapi juga banyak masalah lain yang bisa kita kerjakan dengan bantuan computer seperti pelaksaan administrasi, akuntansi dll. Pekerjaan tersebut tidak memerlukan pengetahuan matematika yang tinggi tetapi cukup memerlukan cara berpikir yang logis. Yakinkanlah diri kita bahwa hamper semua orang mampu berpikir secara logis, baik kita sebagai seorang akuntan, politisi, dokter, polosi dll.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Singkat tentang dasar Komunikasi Komputer
Dalam system transmisi data, ada dua kategori yang harus diperhatikan. Pertama system transmisi on-line, maksudnya adalah segala transmisi yang mengarah langsung ke- computer dengan diatur computer sedangkan system ke dua adalah off-line yakni komunikasi yang tidak langsung kekompter melainkan ditulis dulu kedalam tipe, disk dan lainya. System offline tidak interaktif, hal itu disebabkan tidak adanya computer yang dihubungakn pada lokasi dimana data dikirimkan, sehingga tidak ada tanggapan data telah diterima. Kecepatan dalam pengiriman data di tentukan oleh banyak factor. Factor pertama adalah media pengirimannya seperti kabel, udara (gelombang radio), serat optic.
Satuan kecepatan transmisi data adalah BAUD. Satu baut menunjukan satu bit data adalh satu detik. Dengan demikian 1 baud identik dengan 1 bps (bit per second). Berbagai alat elektronik memiliki kemampuan sendiri,untuk computer kecepatannya berkisar antara 30 bps – 100 mbps.
Dalam system komunikasi computer kita mengenal 2 buah system komunikasi yang diterapkan. Pertama adalah pengiriman data secara parallel yakni setiap data yang kita ketahui berupa kombinasi bit 1 dan 0 dan biasanya berjumlah 8 bit pada IBM PC dipndahkan secara parallel dan cara yang kedua seri (serial) yaitu setelah data dikirimkan dan diurutkan dalam 1 saluran. Tentu saja kedua amplitudo ada setelah permodulasian, akan tetapi kita dapat menggunakan pasangan bit yaitu 00,bit 01,bit 10 dan bit 11.karena besarnya gerau (noise) yang dialami oleh modulasi ASK seringkali data yang dikirimkan mengalami cacat sebab itulah teknik modulasi ASK jarang sekali diterapkan pada transmisi data. Sesuai dengan namanya yeknik ini merubah freukuensi pembawa berdasarkan bit 1 dan bit 0. oleh sebab itu hasil modulasinya akan mendapatkan 2 buah freukuensi 1 untuk mewakili bit 0 dan yang lainnya bit 1. dalam teknik ini fasa dari gelombang pembawa diubah-ubah sesuai dengan bit 1 dan 0 sehingga pada proses modulasi ini akan dihasikan perubahan fasa. Jika perubahan sebesar 180 derajat,akan terdapat 2 keadaan dan jika perubahan fasa sebesar 90 derajat akan terdapat 4 keadaan. Dan jika menggunakan fasa sebesar 45 derajat akan didapat 8 keadaan,dst. Ada pula yang berkecepatan menengah dan tinggi menggunakan sistem PSK karena itulah untuk modem tersebut akan mempunyai harga yang mahal karena mempunyai system PSK. Modem selain berhubungan dengan prinsip modulasi, mempunyai ikatan. Ia berhubungan dengan antara 2 buah peralatan yang kita kenal 3 jenis. Ketiga jenis itu adalah :
1) simplex (transmisi satu arah) adalah komunikasi yang dapat dilakukan adalah satu arah saja pada sistem ini, setiap saluran hanya dapat transmisi satu arah, misalnya dari A ke B atau dari B ke A contohnya penerapan dalam hubungan antara computer dengan printer.
2) half-duplex (transmisi dua arah secara bergantian) adalah system transmisi yang setiap saluran dapat melakukan transmisi secara bolak-balik (dua arah) akan tetapi harus secara bergantian.ketika saluran itu digunakan untuk mengirimkan data dari A ke B maka saluran itu tidak dapat digunakan untuk mengirimkan data dari B ke A atau sebaliknya

3) full-duplex (transmisi dua arah secara simultan) system ini menggunakan 2 saluran , sehingga dapat melakukan transmisi data dalam 2 arah pada sesaat yang bersamaan. A dapat mengirimkan dan menerima data ke dan dari B secara bersamaan demikian pula terjadi untuk B.


2.2 Media Transmisi Data.
Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. Untuk mengetahui tentang transmisi data lebih lengkap, maka perlu diketehui beberapa hal yang berhubungan dengan proses ini. Hal-hal tersebut menyangkut :
- media transmisi yang dapat digunakan
- kapasitas chanel transmisi
- tipe dari chanel transmisi
- kode transmisi yang digunakan
- mode transmisi
- protocol
- penanganan kesalahan transmisi.
Beberapa media transmisi yang dapat digunakan sebagai chanel (jalur) transmisi atau carrier dari data yang dikirimkan, dapat berupa kabel ataupun radiasi elektromagnetik.
1. KABEL
Bila sumber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area yang local, maka dapat digunakan kabel sebagai media transmisinya. Kabel dapat berbentuk kabel tembaga biasanya yang digunakan dalam telepon atau coaxial cable atau fiber optic cable.
2. COAXIAL CABLE
Merupakan kabel yang dihubungkan dengan metal yang lembek coaxial cable mempunyai tingkat transmisi data yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel biasa tetapi lebih mahal.
3. FIBER OPTIC CABLE
Dibuat dari serabut-serabut kaca (optical fibers) yang tipis dengan diameter sebesar diameter rambut manusia. Fiber optic cable mempuyai kecepatan pengiriman data sampai 10 kali lebih besar dari coaxial cable.
4. RADIASI ELEKTROMAGNETIK
Bila sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh, channel komunikasi dapat berupa media radiasi elektromagnetik yangdipancarkan melalui udara terbuka., yang dapat berupa gelombang mikro(microwave), system satelit (satellite system) atau laser (laser system).
5 . MICROWAVE
Merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dipancarkan dari 1 stasiun ke stasiun lain. Sifat pemancaran dari microwave adalah line-of-sight, yaitu tidak boleh terhalang. Karena adanya gedung2 yang tinggi, bukit2 atau gunung-gunung, microwave biasanya digunakan untuk jarak-jarak yang dekat saja. Untuk jarak yang jauh harus digunakan stasiun relay yang berjarak 30-50 km.
6. SATELLITE SISTEM
Karena microwave tidak boleh terhalang, maka untuk jarak-jarak yang jauh digunakan system satelit (satellite system). Satelit akan menerima signal yang dikirim dari stasiun microwave dibumi dan mengirimkannya kembali kestasiun bumi yang lainnya. Satelit berfungsi sebagai stasiun relay yang letaknya diluar angkasa.
7. SISTEM LASER
Teknologi komunikasi sinar laser benyak digunakan untuk penelitian-penelitian. Ahli komunikasi melamarkan, dimasa yang akan datang menggunakan teknologi laser akan meluas dan secara dramatis akan dapat mengurangi biasa transmisi.

2.3. KODE TRANSMISI
Didalam komunikasi data informasi diberikan dalam bentuk bilangan binary dan menggunakan kode-kode untuk mewakili data yang dikirimkan tersebut.
Kode transmisi yang dipergunakan dapat berbentuk:
1) Boudot code,diambil dari nama seorang ahli teknik pos dari Perancis yang bekerja di bidang telepon sekitar tahun 1874. Orang Amerika yaitu Murray, bekerja dengan profesi yang sama dengan Boudot, dan beberapa orang menyebut kode ini sebagai murray kode. Boudot kode mengunakan kombinasi 5 bit untuk mewakilin suatu karakter yang berarti seharusnya dapat diwakili sebanyak 32 macam karakter. 32 macam carakter tidak cukup untuk mewakili semua character alphabethis, sehingga terbentuk (figures characters). Kode yang mewakili karakter diawali dengan kode letter shift character (LTRS atau LS) dan kode yang mewakili bentuk diawali dengan kode figure shift character (FIGS atau FS).
2) ASCll code, dapat berbentuk kode ASCII 7-bit atau kode ASCII 8-bit
3) SBCDIC code, terdiri dari kombinasi 6 bit
4) EBCDIC code, terdiri dari kombinasi 8 bit

2.4 MODE TRANSMISI
Transmisi data lewat channel transmisi dapat berbentuk mode transmisi paralel (parallel transmission) atau mode tranmisi seri (serial transmission).
 PARALLEL TRANSMISSION
Pada mode transmisi paralel, semua bit dari karakter yang diwakili oleh suatu kode, ditransmisikan secara serentak satu karakter tiap saat. Misalnya bila digunakan kode ASCII, maka dibutuhkan sebanyak 8 channel untuk mentransmisikan sekaligus ke 8 buah bit karakter kode ASCII
 SERIAL TRANSMISION
Transmisi secara seri merupakn mode transmisi yang umum dipergunakan. Pada mode ini, masing-masing bit dari suatu karakter dikirimkan secara berurutan, yaitu bit per bit, satu di ikuti oleh bit berikutnya. Penerima kemudian merakit kembali arus bit-bit yang dating kedalam bentuk karakter. Serial transmission dapat berbentuk sysnchronous transmission atau berbentuk asynchronous transmission.
a) SYNCHRONOUS TRANSMISSION
Yaitu waktu pengiriman bit-bit di sumber pengirim (source) harus sinkron (sesuai) dengan penerimaan bit-bit yang diterima oleh penerima (receiver). Transmisi data yang menggunakn cara synchronous transmission menghadapi pemasalahan dalam sinkronisasi yang berhubungan denan sinkronisasi bit (bit synchronization) dan sinkronisasi karakter (character synchnization) yang dikirim dengan diterima.
Bit synchronization, berhubungan dengan waktu kapan sumber pengirin (source) harus meletakan bit-bit yang akan dikirim ke channel transmisi dan kapan penerima (receiver) harus mengetahui dengan tepat untuk mengambil bit-bit yang dikirim tersebut. Dalam kode ASCII, bentuk karakter control transmisi adalah SYN dengan bentuk dalam bilangan binary adalah 00010110. umumnya dua atau lebih karakter control transmisi SYN diletakkan dimuka blok data yang akan dikirimkan, bila hanya digunakan sebuah karakter control transmisi SYN kemungkinan dapat terjadi false Synchronization (kesalahan singkronisasi). Untuk mencegah false synchronization, dua buah karakter kontol SYN dapat digunakan di awal dari blok data yang ditransmisikan. Penerima setelah mengidentifikasikan bentuk SYN yang pertama, kemudian mengidentifikasikan 8 bit berikutnya.
b) ASYNCRONOUS TRANSMISSION
Asyncronous transmission merupakan transmisi dari data yang ditransmisikan satu karakter tiap waktu yang tertentu. Asynchronous lebih aman dibandingkan dengan synchronous transmisi. Pada asynchronous transmission bila suatu kesalahan terjadi pada data yang ditransmisikan, hanya akan merusak sebuah karakter saja sedangkan pada synchronous transmission akan merusak satu blok dari data. Akan tetapi, asynchronous transmission kurang efisien bila dibandingkan dengan synchronous transmission karena diperlukannya bit-bit tambahan dari tiap-tiap karakter, yaitu start bit dan stop bit.



2.5 PERANGKAT KERAS KOMUNIKASI DATA
Selain perangkat keras utama seperti input device, processing device, output device dan mass storage, dalam system komunikasi data diperlukan beberapa perangkat keras lainnya yang diperlukan untuk memperlancar proses pengiriman data.
1. MODEM
Umumnya jalur transmisi menyalurkan data dalam bentuk analog, sedangkan data yang dihasilkan oleh sumber pengirim berbentuk data digital. Suatu moderator demodulator (lebih dikenal denagn singkatannya modem) atau disebut juga data set dapat digunakan untuk merubah data dari bentuk digital. Data yang sudah dirubah ke bentuk analog oleh modem kemudian ditransmisikan lewat jalur transmisi dan diterima oleh modem kedua yang akan merubah kembali dari bentuk analog menjadi bentuk digital. Jadi modem yang pertama yang ada di sumber pengiriman berfungsi sebagai pengubah (modulate) dari bentuk digital ke benmtuk analog, sedang modem kedua yang berada di penerima berfungsi untuk mengembalikan (demodulate) dari bentuk analog menjadi bentuk digital.
Tipe khusus dari modem yang disebut dengan acoustic coupler dapat digunakan untuk merubah signal digital yang berasal dari terima menjadi nada suara yang akan ditransmisikan lewat jalur telepon. Bila digunakan acoustic coupler, pemakai computer harus memutar nomor telepon tujuan dan meletakkan gagang pegangan pesawat telepon pada acoustic coupler. Sedang modem dapat memutar nomor telepon tujuan secara otomatis.
Disamping modem yang mengunakan saluran telepon sebagai media transmisinya, sekarang juga tersedia modem yang tidak mengunakan kabel maupun telepon, disebut dengan Wireless modem. ESTeem Wireless modem mengunakan frekuensi radio VHF FM dengan spesifikasi sebagai berikut ini ;
a. tipe channel transmisi yang dipergunakan adalah Full Duplex
b. mode transmisinya adalah serial asynchronous.
c. kapasitas channel transmisinya adalah 110 sampai denagn 9600 band yang dapat dipilin.
d. penangan kesalahan transmisi mengunakan cara CRC.
2. MULTIPLEXER
Multiplexer atau mux adalah suatu alat yang memungkinkan beberapa signal komunikasi menggunakan sebuah channel transmisi bersama-sama. Tujuan digunakannya multiplexer adalah untuk menghemat biaya transmisi, bila beberapa terminal yang mempunyai kecepatan rendah berada jauh dari pusat computer (central computer atau host computer) dan masing-masing terminal menggunakan sebuah channel transmisi kapasitas rendah (misalnya narrowband) sendiri-sendiri, maka biaya transmisinya secara keseluruhannya akan mahal.
Dengan digunakannya multiplexer, signal data dari masing-masing terminal yang menggunakan channel transmisi kapasitas rendah dapat digabung (multiplexer) menjadi satu dan bersama-sama dikirimkan melalui channel transmisi kapasitas tinggi (misalnya voice grade), sehingga lebih efisien (biaya total akan lebih murah.

3. CONCENTRATOR
Concentrator mempunyai fungsi yang sama dengan multiplexer, yakni menggabungkan beberapa signal data dari channel transmisis kapasitas rendah ke channel transmisi kapasitas tinggi. Concentrator lebih mahal dibandingkan denagn multiplexer, karena concentrator dapat mengatur bentuk dari arus data sebelum digabung ke channel transmisi kapasitas tinggi dan biasanya mempunyai suatu simpanan luar tersendidi (mass storage). Karena concentrator mempunyai mass storage, maka semua arus data yang dikim dari masing-masing terminal dapat disimpan terlebih dahulu di mass storage pada concentrator dan dikirimkan melalui channel transmisi kapasitas tinggi bila computer pusat telah menerimanya. Sebaliknya. Computer pusat dapat mengirimkan suatu blok data atau file ke concentrator dan disimpan terlebil dahulu di mass storage nya. Concentrator kemudian dapat mengirikannya kemasing-masing terminal bila terminal telah siap menerimanya.

4. COMMUNICATION PROCESSOR
Communication processor disebut juga dengan communication controller atau communication front-end atau front-end prossesor atau front end device yang dapat berupa computer mini atau computer micro sebagai penggantinya. Communication prossesor ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas semacam pengaturan arus data yang dikirimkan, pendeteksian kesalahan dan pembetulan kesalahan bila memungkinkan untuk dibetulkan. Tujuan utamanya adalah supaya CPU di computer pusat dapat melakukan proses yang lainnya dan tidak terganggu tugas tambahan tersebut.
2.6 BENTUK SISTEM KOMUNIKASI DATA
Suatu system komunikasi data dapat berbentuk off-line communication system on-line communication system.
 OFFLINE COMUNICATION SYSTEM
Suatu bentuk system komunikasi data yang sederhana dapat berbentuk off-line commication system, yaitu data yang ditransmisukan tidak langsung diproses oleh CPU penerima.
 ON-LINE COMMUNICATION SYSTEM
Suatu on-line communication system, data yang dikirimkan akan langsung diterima oleh computer pusat untuk diolah. On-line communication system dapat berbentuk remote job entry (RJE) system, realtime system time sharing system atau distributet data processing system.
1) REMOTE JOB ENTRY SYSTEM
Data yang akan dikirimkan dikumpulkan terlebih dahulu secara bersama-sama dikirimkan ke computer pusat untuk diolah. Karena data dikumpulkan (batch) terlebih dahulu dalam satu periode, cara pengolahan system ini disebut dengan batch processing system. Hasil dari pengolahan data umumnya ada di computer pusat dan tidak dapat langsung seketika dihasilkannya, karena computer pusat harus sekaligus mengolah sekumpulan data yang cukup besar.
2) REAL TIME SYSTEM
Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat computer, diolah dipusat computer seketika pada saat data diterima dan mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori system ini. Dengan realtime system penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen yang tertentu dapat memesan tiket untuk suatu nomor penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 detik, apakah masih ada tempat duduk atau tidak.
3) TIME SHARING SYSTEM
Time sharing system memungkinkan beberapa pemakai computer(multi user) bersama-sama menggunakan computer dan computer akan membagi waktunya berganti untuk tiap-tiap pemakai. Karena perkembangan proses CPU yang semakin cepat sedang alat-alat I/O bergantian. Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961 pertama kali system yang betul-betul time sharing system dilakukan di MIT ( Massachusetts institute of technology ) dan diberi nama-nama CTSS ( compatible time sharing system ) yang dapat melayani sebanyak I user dengan menggunakan computer IBM 7090.
4) DISTRIBUTED DATA PROCESSING SYSTEM
Distributet data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sebagai perkembangan dari sharing system. Bila beberapa system computer yang independent tersebut ( distributet ) yang masing-masing dapat mengolah data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan ( network ) telekomunikasi, istilah time sharing sudah tidak tepat lagi, tetapi merupakan suatu DPP system, dapat didefinisikan sebagai suatu system computer intreraktif.


2.7 NETWORK
Network adalah jaringan system dari komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih system computer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komunikasi membentuk satu system. Dengan network, computer yang satu dapat menggunakan data di computer yang lain, dapat mencetak laporan di printer computer yang lain, dapat memberi berita ke computer yang lain walaupun berlainan area. Network merupakan cara yang sangat berguna untuk mengintegrasikan system informasi dan menyalurkan arus informasi dari 1 area ke area lainnya.
Network merupakan konsep dari jaringan kerja system komunikasi data.network dan DDP (Distibutet Data Processing) masih merupakan hal yang sulit dibedakan untuk beberapa orang. Network dan DDP memang sangat brhubungan erat tetapi berbeda konsep. Sedangkan, DDP meupakan salah satu bentuk system komunikasi data. DDP dari definisinya, harus melibatkat dua atau lebih system computer yang independent tetapi dapat berhubungan satu dengan yang lainya.
Untuk membentuk system network dibutuhkan satu software communication yang khusus, yaitu Protocol. Protocol adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar, di istilah computer jabatan tangan (handshaking) menunjukan suatu protocol dari komunikasi data bila dua buah alat dihubungkan satu dengan yang lainnya untuk menentukan bahwa keduanya telah kompatibel.


 KOMPONEN NETWORK
Komponen dari suatu network adalah node dan link. Node adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam network atau menghasilkan output informasi atau kedua-duanya. Node dapat berupa sebuah printer atau alat-alat cetak lainnya, atau suatu PC atau micro computer sampai mainframe computer yang raksasa atau modem atau multiplexer.
Link adalah channel atau jalur transmisis atau carrier untuk arus informasi atau data diantara node. Link dapat berupa kabel, microwave system, laser system atau satelit system.
Network yang masing-masing note terletak di lokasi yang berjauhan satu dengan yang lainnya dan menggunakan link berupa jalur transmisi jarak jauh disebut dengan external network. Sedangkan network yang masing-masing node terpisah dalam jarak yang local dan menggunakan link berupa jalur transmisi kabel disebut dengan LAN (local Area Network).
 EXTERNAL NETWORK
Enternal network atau disebut juga dengan long distance network merupakan network dari system komunikasi data yang masing-masing node berlokasi jauh ( remote location ) satu dengan lainnya. External network dapat berbentuk yang palinh sederhana, yaitu star network, hierarchinal tree network, loop network, ring network, bus network, web network, sampai yang paling complex, yaitu meta network ( network dari suatu network ).
a. STAR NETWORK
beberapa node dihubungkan dengan suatu node pusat ( central node atau host node yang membentuk jaringan seperti bentuk bintang ( star ). Semua komunikasi ditangani dan diatur langsung oleh central node. Central node melakukan semua tanggung jawab untuk mengatur arus informasi diantara node melakukan semua tanggung jawab untuk mengatur arus informasi diantara node yang lain. Jika node yang satu ingin berkomunikasi dengan node yang lain, maka harus melewati central node. Central node biasanya berupa computer node lainnya yang berupa beberapa ternminal atau computer mini atau computer mikro melalui suatu link.
b. HIERARCHICAL TREE NETWORK
dari namanya network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang, yang terdiri dari central node dihubungkan dengan node yang lainnya secara berjenjang. Central node biasanya berupa large computer atau mainframe computer sebagai host computer yang merupakan jenjang tertinggi ( sop hierarchical ) yang bertugas mengkoordinasi dan mengendalikan jenjang di bawahnya yang dapat berupa mino computer atau mikro computer.
c. LOOP NETWORK
loop network merupakan hubungan antara node secara serial dalam bentuk suatu linkaran tertutup. Dalam bentuk ini tak ada central node atau host node semua punya status yang sama.
d. BUS NETWORK
bentuk ini menghubungkan beberapa node dalam jalur data (bus). Masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas operasi yang berbeda-beda. Seperti halnya pada loop network, tidak ada central node dan semua node mempunyai status yang sama.

e. RING NETWORK
bentuk ini merupakan gabungan bentuk loop network dan bus network. Jika salah satu node tidak berfungsi atau rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang karena terpisah dari jalur data. Hal ini berbeda dengan loop network, bila salah satu node rusak, maka akan mempengaruhi node yang lainnya.
f. WEB NETWORK
Wel network atau mesh network atau plex network atau completely network merupakan bentuk network yang masing-masing node dalam network dapat berhubungan dengan node yang lainya. Melalui, beberapa link, suatu bentuk web network yang mempunyai n buah node. Akan menggunakan link sebanyak :
N X (N-1) link
2
g. META NETWORK
Meta network atau hybrit network merupakan network dari suatu network atau gabungan dari beberapa network.








KEBAIKAN DAN KEJELEKAN DARI BENTUK-BENTUK NETWOK
BENTUK NETWORK KEBAIKAN KEJELEKAN
STAR Control menajemen lebih mudah karena terpusat (sentralisasi) Kalau central node rusak, maka semua tidak dapat berfungsi.
HIRARCHICAL Control manajemen lebih mudah karena terpusat dibagi dalam jenjang-jenjang Bila salah satu node rusak, maka node jenjangnya tidak dapat berfungsi.
LOOP Semua node mempunyai status yang sama Bila salah satunode rusak, maka akan mengganggu komunikasi node yang lainya.
BUS Bila suatu node rusak tidak akan mengganggu node yang lainnya karena tiap mode tidak berhubungan langsung tetapi lewat bus. Bila bus rusak, semua node tidak dapat berfungsi dan control menejemen lebih sulit karena disentralisasikan.
RING sama dengan bus Bila link rusak, semua mode tidak berfungsi dan control manajemen lebih sulit karena desentalisasi.
WEB Node yang satu dapat berhubungan dengan node yang lain secara bebas dan bila sebuah node rusak, yang lainya masih dapat berhubungan. Terlalu banayak link sehinhga biaya mahal dan control menejemen sulit karena desentalisasikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dengan diadakannya penulisan makalah ini, penyusun mendapatkan banyak menfaat tentang pengenalan komputer terutama tentang komunikasi data dan jaringan komputer. Setelah meninjau dari sejarah perkembangan komputer dan kegiatan pengolahan data sudah ada sejak dahulu sejalan perkembangan system catat-mencatat, yaitu disaat kegiatan manusia sudah semakin banyak sukar bagi manusia untuk mengingatnya. Hal ini terjawab dengan oleh kemajuan teknologi manusia dengan diciptakannya KOMPUTER sebagai pengganti alat tersebut. Kegiatan catat-mencatat inilah yang sering disebut orang dengan istilah DATA PROCESSING. Data yang diolah disini dapat berupa dokumen, surat, kata, bagan, grafik dll. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut.

3.2 Saran
Disini penyusun berusaha menyusun makalah ini guna sekedar untuk memperkenalkan komputer secara umum. Makalah ini tersususn dari berbagai sumber baik sumber dari buku teks ataupun internet. Jelas jika makalah ini jauh dari sempurna. Karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
D. Suryadi H.S. 2003. Pengenalan Komputer. Jakarta: GUNADARMA.
Continue Reading...

bikin proposal

ini adalah tugas mata kuliah metode penelitian???
merepotkan memang,
ni gw share disini, moga2 bisa ngebantu yang lagi bikin proposal juga???

here goes,...

***

PROPOSAL PENELITIAN

UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA

DALAM PROSES PEMBELAJARAN B. INGGRIS













DISUSUN OLEH :
Fendy Kristiawan
12073793
12.4A.03

2009

BAB I

PENDAHULUAN


1. Latar Belakang Masalah


Tujuan dari suatu proses pembelajaran adalah untuk meningkatkan dan mencapai suatu peningkatan prestasi. Dalam suatu proses belajar mengajar, aspek yang sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah peran aktif atau partisipasi antara guru dan siswa. Partisipasi antara keduanya sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Hal ini dapat diartikan bahwa dalam suatu proses belajar mengajar harus ada keterlibatan antara guru dan siswa.Keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar merupakan suatu implementasi dari keaktifan siswa dalam proses tersebut tentu saja disamping menerima materi pelajaran dari guru. Siswa dapat berperan aktif dengan cara melakukan aktifitas yang dapat mendukung proses belajar diantaranya dengan cara berdiskusi,membaca dan memahami materi pelajaran, melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan guru atau mencari sumber-sumber materi lain yang sekiranya dapat membantu mereka dalam memahami pelajaran dan lain-lain. Hal tersebut dapat membuat siswa dilibatkan dalam proses belajar mengajar baik secara fisik maupun mental.

Suatu keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam pencapaian prestasi belajar siswa tersebut. Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai hal tersebut adalah tentu saja usaha yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang dalam hal ini adalah proses pembelajaran sebagai dasar suatu aktivitas. Suatu kemajuan tidak akan diperoleh tanpa suatu usaha yang bermakna. Usaha benar-benar diperlukan dalam hal peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian maka penelitian ini merupakan “action research” yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, pencapaian prestasi belajar siswa sangat ditentukan berdasarkan keterlibatan siswa tersebut dalam proses belajar mengajar. Fokus penelitian ini adalah dalam meningkatkan keterlibatan siswa dengan tujuan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Dalam hal ini terdapat beberapa komponen yang menentukan terciptanya keterlibatan siswa di dalam proses belajar dan mengajar. Komponen-komponen tersebut adalah guru, siswa, materi pembelajaran, metode pembelajaran, waktu, tempat, dan fasilitas pembelajaran(media pembelajaran).

1. Guru

Dalam suatu proses belajar mengajar, seorang guru adalah suatu komponen yang menentukan proses belajar siswa. Guru merupakan pengatur kelas yang mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Seorang guru sangat berpengaruh besar proses belajar dan perilaku siswa. Guru sebagai seorang guru dan pendidik memiliki dua aspek yang berasal dari dalam diri guru itu sendiri yang disebut kompetensi.

a. Kompetensi

(1) Kompetensi kognitif

Kompetensi kognitif guru adalah kemampuan guru dalam mengatur dan mengembangakn kemampuan berfikirnya mereka. Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan mereka dalam mengeuasai materi pelajaran, kemampuan untuk mengidentifikasi materi yang akan disampaiakan ke siswa, memilih dan mengaplikasikan metode pembelajaran yang sesuai dan kemampuan untuk menciptakan suatu pembelajaran secara kreatif..

(2) Kompetensi afektif

Kompetensi afektif guru dapat didefinisikan sebagai kemampuan mereka dalam melibatkan aspek kejiwaan dalm proses belajar mengajar. Aspek kejiwaan dalam hal ini merupakan factor psikologis seorang guru. Aspek ini meliputi kasih sayang, kesabaran, apresiasi, pengertian yang mereka berikan kepada siswa. Dalam memudahkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar dan mengajar, aspek psikologis memberikan dampak yang berarti. Siswa tidak hanya dijadikan sebagai subjek pembelajaran dengan kemampuan fisik/raga mereka tetapi juga dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukannya dengan perasaan. Seorang guru yang mengajar dengan penuh perhatian, memahami, dan memberikan apresiasi kepada siswa akan membuat siswa merasa lebih dihargai dan dilibatkan. Hal ini akan memotivasi mereka untuk belajar.

b. Kepribadian

Di dalam kegiatan pembelajaran, kepribadian seorang guru sangat mempengaruhi kinerja penyampaian materi yang disampaikannya. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan belajar siswa karena kepribadian seorang guru sangat erat kaitannya hubungan antara guru dengan siswa yang besar pengaruhnya terhadap motivasi, kebiasaan, perilakau keseharian siswa dalam pembelajaran.
Kepribadian meliputi motivasi guru, karakter, dan perilaku guru itu sendiri. Guru memiliki peranan yang penting di kelas, sebagai contoh cara berbicara di kelas ataupun perilakau dikelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Seorang guru mempunyai pesan moral yang besar kepada sisiwa dalm menyampaiakn pesan-pesan moral yang terkandung dari setiap materi yang disampaikan.

2. Siswa

Faktor lain yang mempengaruhi terealisasinya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar adalah faktor dari dalam diri sisiwa itu sendiri. Sisiwa memeilki aspek kompetensi yang sama hal nya seperti seorang guru, yaitu kompetensi dan kepribadian.

a. Kompetensi

Kompetensi siswa dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu kompetensi kognitif dan kompetensi psikomotorik. Kompetensi kognitif merupakan kemampuan berfikir siswa. Dalam hal ini kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas pembelajaran yang membutuhkan kinerja pikiran atau mental mereka. Kompetensi ini sangat berpengaruh karena berperan terhadap kecerdasan, kreativitas, bakat khusus, cara belajar, teknik mereka belajar yang semua aspek tersebut sanagt besar pengaruhnya terhadap keterlibatan mereka dalm proses belajar dan mengajar di kelas.

Kompentensi psikomotorik merupakan bagian yang awal yang dapat membantu atau menghambat siswa dalam proses belajar. Factor psikomotorik sisiwa membantu mereka dalam kemampuan menulis, berbicara dan mengucapkan kata-kata serta artikulasinya, membuat garis, menggambar dan lain-lain. Kompetensi psikomotorik berperan penting dalam menciptakan keterlibatan siswa.

3. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran juga berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan siswa di kelas. Metode pembelajaran B. Inggris harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Sebagai contoh, seorang guru B. Inggris yang akan mengajarkan speaking akan lebih baik mengunakan metode audio-lingual dan komunikatif metode. Dengan metode tersebut, siswa akan lebih sering terlibat di dalam proses belajar mengajar karena mereka dituntut untuk berkomunikasi dan mendengarkan materi yang disampaikan guru mereka. Dengan demikian keterlibatan siswa jadi lebih maksimal. Siswa juga jadi termotivasi untuk belajar karena metode tersebut menuntut mereka untuk terlibat dalam proses pembelajaran.

4. Materi pembelajaran

Materi pembelajaran merupakan faktor lain yang mempengaruhi dan menentukan keterlibatan siswa pada proses belajar mengajar di kelas. Hal ini menyebabkan suatu ketertarikan siswa atau motivasi mereka dalam mengikuti pelajaran. Materi pelajaran yang baik akan memberikan ransangan yang baik pada proses belajar siswa sehingga mampu mendukung mereka dalam mencapai kompetensi yang mampu emningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan yang diharapkan dari materi yang disampaikan oleh guru.


5. Tempat

Tempat dimana proses belajar dan mengajar berlangsung juga berpengaruh dam menentukan baik tidaknya proses tersebut. Jumlah siswa mempengaruhi layak tidaknya tempat yang digunakan. Kelas yang terlalu sempit akan menganggu kenyamanan siswa jika jumlah siswa tidak cukup untuk kelas tersebut sehingga pergerkan sisiwa tergangu sehingga menyulitkan keterlibatan mereka dalm proses belajar mengajar. Tetapi kelas yang terlalu luas juga tidak baik karena akan memudahkan siswa untuk bertindak bebas dan bisa membuat bebas bergerak kemana-mana..Dalam hal ini luas ruangan harus disesuaiakan dengan jumlah siswa sehingga dapat mendukung terlaksananya prose belajar mengajar siswa.

6. Waktu

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, waktu pelaksanaan PBM tersebut juga berperan penting dan mempengaruhi proses belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan waktu yang tepat dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dalam PBM. Waktu yang tepat untuk belajar bagi siswa adalah waktu dimana siswa merasa siap untuk belajar dan memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti pelajaran. Proses pembelajaran yang dilaksanakan pada pagi hari cenderung berdampak baik pada motivasi dan semangat belajar siswa dibandingkan PBM yang dilaksanakan pada sore hari.

7. Fasilitas

Fasilitas belajar dapat diartikan fasilitas fisik yang digunakan dalm proses belajar dan mengajar. Fasilitas tersebut digunakan dengan tujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Fasilitas belajar akan membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti PBM.

2. Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada beberpa masalah yang berhubungagn dengan keterlibatan siswa di dalam pembelajran Bahasa Inggris

3. Perumusan Masalah

Apakah rencana, pelaksanaan, dan evaluasi dapat diselenggarakan berdasarkan hubungan masalah dengan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris.

E. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini telah dijelaskan pada rencana, pelaksanaan, dan evaluasi dari usaha untuk meningkatakan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris.

F. Manfaat penelitian

a) Untuk guru B. Inggris, penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris di dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa yang mempelajari B. Inggris.

b) Untuk guru bidang studi lain atau guru di sekolah lain umumnya, penelitian ini dapt digunakan sebagai contoh untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar

c) Untuk peneliti, penelitian ini dapat mengembangakan pemikiran dan pengetahuan dalam mengatasi masalah dan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang bernilai di dalam penelitian tentang pendidikan.


BAB II

KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR


1. Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Asing

Di negara kita, Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang artinya Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dapat digunakan dalam komunikasi dan dapat dipelajari di sekolah. Bahasa Inggris dapat disebut juga sebagai bahasa kedua, karena kita mempunyai bahasa negara dan bahasa Inggris merupakan bahasa lain yang masuk ke negara kita untuk dapat dipelajari di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Seperti yang di paparkan oleh Brown, bahwa:

English is a Second Language (ESL) and English is also a Foreign Language (EFL) can be defined as English within a culture where English is spoken natively (Brown, 2000: 193).

2. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris

Keterlibatan siswa adalah inti dari proses pembelajaran. Keterlibatan ini menentukan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran tersebut. Siswa diharapkan berpartisipasi aktif di dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini adalah untuk memudahkan mereka dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kualitas dan kuantitas keterlibatan siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup faktor fisik, motivasi, ketertarikan dalam belajar, dan kecerdasan (intelligence). Sedangkan faktor eksternal meliputi guru, materi, media, tempat, alokasi waktu, tempat, dan fasilitas.

Berikut adalah komponen pendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.

Guru
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atu pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan,melakukan penelitian, membantu pengembangan dan pengelolaan program sekolah serta mengembangkan profesionalitasnya (Depdiknas 2004: 8)

Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Kompetensi sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,orng tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

2. Siswa

Siswa merupakan komponen inti dalam proses pembelajaran. Siswa biasa disebut dengan peserta didik. Keterlibatan siswa sangatlah diperlukan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Tidak hanya guru, siswa juga dituntut untuk memiliki kompetensi atau kemempuan yang mencakup kemampuan kognitif (pikiran), kemampuan psikomotor (keterampilan), dan kemampuan afektif (sikap).


Seorang guru harus mengetahui karakteristik cara belajar siswanya. Berikut adalah karakteristik belajar siswa menurut DePorter & Hernacki (2001).

a. Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Asing

Dalam usaha untuk mempelajari bahasa asing, seseorang hendaknya sekurang-kurangnya harus berusaha keras untuk menguasainya yang di dalamnya termasuk penguasaan kebudayaan baru, cara berpikir yang baru, serta cara bertindak yang baru pula. Keterlibatan secara menyeluruh baik fisik, intelektual, maupun emosional sangat diperlukan agar dapat berhasil sepenuhnya di dalam mengungkapkan dan menerima pesan melalui media bahasa ke-2. (Rombepajung, 1988: 20)

Menurut Azies dan Alwasilah (1966:29) dalam buku mereka yang berjudul Pengajaran Bahasa Komunikatif menyatakan bahwa pembelajar akan belajar bahasa dengan baik bila ia diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam penggunaan bahasa sasaran secara komunikatif dalam berbagai macam aktifitas.


3. Materi pembelajaran

Materi pembelajaran memberikan pengaruh yang besar dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Materi juga berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Materi yang menarik bisa memacu siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, materi juga berpengaruh dalam pemilihan metode dan teknik mengajar yang dilakukan guru.


4. Metode pembelajaran

Metode pembelajaran adalah salah satu komponen pendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Metode pembelajaran yang tepat adalah metede yang cocok dengan guru, siswa, dan materi.

5. Tempat

Kelas adalah tempat dimana proses pembelajaran dilakukan. Ukuran kelas yang luas dan penampilan kelas yang menarik akan memberikan suasana yang nyman untuk belajar. Penataan kelas juga mempengaruhi suasana belajar. Oleh karena itu, guru harus mampu mengelola kelas agar suasana kondusif dan nyaman saat proses pembelajaran berlangsung sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.


C. Kerangka Berpikir

Sebagaimana dijelaskan dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah, keterlibatan adalah hal paling utama dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Semakin besar keterlibatan maka semakin cepat siswa menguasai materi dan pengembangan pribadi.


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini termasuk action research. Penelitian ini mencoba untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar dengan mengembangkan satu bagian atau lebih dari komponen proses belajar mengajr B. Inggris menuju tahap perubahan.

A. Setting

Penelitian ini dilaksanakan di kelas XA SMAN 1 CIKUPA yang berlokasi di Rajeg. Kelas XA terdiri dari 20 siswa putera dan 17 siswa puteri. Mata pelajaranB. Inggris dilaksanakan dua kali dalam satu minggu (4 jam pelajaran) dan setiap berduarasi 40 menit setiap per jam pelajaran.

Berdasarkan kondisi kelas XA, kemudian, peneliti menentukan bahwa kelas tersebut memerlukan beberapa peningkatan. Peneliti akan mencoba untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas dengan meningkatkan satu atau lebih bagian dari komponen pembeljaran B. Inggris.

B. Subjek penelitian

Subjek dari penelitian ini adalah peneliti, kepala sekolah, guru B.Inggris yang merupakan anggota dari kelompok penelitian ini. Semua anggota kelompok bekerjasama di dalam mengidentifikasi masalh, merencanakan apa yang harus dilakukan, melaksanakan tindakan untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar B. Inggris.

C. Data yang diperlukan

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah tentang perasaan, pendapat, harapan, nasehat, hambatan yang berhubungan dengan keterlibatan siswa yang diperoleh berdasarkan observasi ketika proses belajr mengajr B. Inggris berlangsung dan melaui Tanya jawab dengan kepala sekolah dan guru serta wawancara dengan siswa.

D. Teknik pengumpulan data

Untuk memperoleh data, peneliti melakukan beberapa kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi tentang bagaimana proses belajar mengajar B. ingris kelas XA dan observasi tersebut difokuskan pada keterlibatan siswa. Peneliti juga memberikan Tanya jawab pada semua anggota tim peneliti dan sisiwa di kelas XA dalm hubungannya dengan keterlibatannya dan faktor-faktor yang brhubungan dengan proses belajr menagjar di kelas XA.

E. Prosedur penelitian

1. Reconnaissance

Pada tahap reconnaisance, peneliti melakukan observasi pada pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas XA, dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang harapan dan pendapat tentang keterlibatan siswa dari angota peneliti lainnya. Proses ini bertujuan untuk menentukan masalah apa yang menjadi dasar utama yang berhubungan denagn keterlibatan siswa.

1. Disamping melakukan observasi, peneliti juga bersama anggota tim, yaitu guru B. Inggris, kepala sekolah, bersama-sama mengidentifikasikan bidang masalah melalui Tanya jawab kepada kepala sekolah, guru mata pelajaran B. Inggris, dan siswa. Berdasarkan tingkat kesulitannya, peneliti mengkategorikan masalh menjadi berat, sedang dan ringan. Peneliti beserta angota tim memilih kategori sedang sebagai bidang masalah. Kemudian, berdasarkan tingkat urgency, peneliti mengkategorikan masalh menjadi tiga kategori, yaitu sangat urgent, urgent dan tidak urgent. Setelah itu, peneliti mengambil kategori sangat urgent. Setelah memperoleh data snagat urgent, peneliti da anggota tim menentukan kelompok masalah dalam keterlibatan siswa yang sanagt urgent tetapi juga paling fisibel. Sehingga bisa dicari solusinya. Reconnaissance bertujuan untuk menentukan masalah yang berbobot sedang, berurgensi tinggi, dan paling fisibel untuk dicarikan solusi atau dikenai action.

2. Action

Pada tahap ini meliputi rencana, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi.

a. Rencana
Peneliti dan guru B. Inggris mengemukakan beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa.


b. Pelaksanaan dan evaluasi

Tindakan ini disetujui oleh semua anggota peneliti dan dilaksanakan oleh guru B. Inggris kelas XA. Guru bertinadak sebagai pelaku dan peneliti sebagai pengamat .peneliti mengamati dan merekam semua reaksi dan keterlibatan siswa selama proses belajr mengajar berlangsung. Peneliti juga mencatat semua hal tentang keterlibatan dan reaksi siwa. Berdasarkan observasi, peneliti dan anggota tim lainnya mendiskusikan tenatng perubahan-perubahan yang signifikandalm proses belajar mengajar. Ketika hasil pelkasaaan tersebut dipeoleh dan hasilnya adalah hasil yang positif maka proses tersebut akan dilanjutkan. Akan tetapi, jika hasil dari pelaksaan tersebut adalah negative, maka proses tersebut akan dihilangkan.

c. Refleksi

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada proses belajar mengajar B. Inggris di kelas XA khususnya menyangkut hubungan keterlibatan siswa diperoleh, peneliti dan guru B. Inggris mambuat analis dan sintesis/perpaduan hasil penelitian. Ketika tindakan tersebut dirasakn berhasil, kemudian hasil tersebut ditentukan sebagai suatu usaha yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Akan tetapi, ketika tindakan tersebut disinyalir gagal, maka penelitian dihentikan dan dicoba kembali. Penelitian dihentikan ketika keterlibatan siswa dalm proses belajr mengajar B. Inggris disinyalir meningkat atau lebih baik dari semula.

DAFTAR PUSTAKA

Deliarnov.Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.

Winardi.1990.Kerangka Teori & Kerangka Berfikir.Bandung : Citra Aditya Bakti.

D.N.B.Singh.1992.Penuntun Upaya Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.

Djojohadikusumo.Sumitro.1991.Perkembangan Upaya Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Soemanto,Wasty.1993.Metedologi Penelitian.Jakarta : Bumi Aksara.
Continue Reading...

Followers

Follow The Author