ini adalah tugas mata kuliah metode penelitian???
merepotkan memang,
ni gw share disini, moga2 bisa ngebantu yang lagi bikin proposal juga???
here goes,...
***
PROPOSAL PENELITIAN
UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN B. INGGRIS
DISUSUN OLEH :
Fendy Kristiawan
12073793
12.4A.03
2009
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Tujuan dari suatu proses pembelajaran adalah untuk meningkatkan dan mencapai suatu peningkatan prestasi. Dalam suatu proses belajar mengajar, aspek yang sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah peran aktif atau partisipasi antara guru dan siswa. Partisipasi antara keduanya sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Hal ini dapat diartikan bahwa dalam suatu proses belajar mengajar harus ada keterlibatan antara guru dan siswa.Keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar merupakan suatu implementasi dari keaktifan siswa dalam proses tersebut tentu saja disamping menerima materi pelajaran dari guru. Siswa dapat berperan aktif dengan cara melakukan aktifitas yang dapat mendukung proses belajar diantaranya dengan cara berdiskusi,membaca dan memahami materi pelajaran, melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan guru atau mencari sumber-sumber materi lain yang sekiranya dapat membantu mereka dalam memahami pelajaran dan lain-lain. Hal tersebut dapat membuat siswa dilibatkan dalam proses belajar mengajar baik secara fisik maupun mental.
Suatu keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam pencapaian prestasi belajar siswa tersebut. Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai hal tersebut adalah tentu saja usaha yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang dalam hal ini adalah proses pembelajaran sebagai dasar suatu aktivitas. Suatu kemajuan tidak akan diperoleh tanpa suatu usaha yang bermakna. Usaha benar-benar diperlukan dalam hal peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian maka penelitian ini merupakan “action research” yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, pencapaian prestasi belajar siswa sangat ditentukan berdasarkan keterlibatan siswa tersebut dalam proses belajar mengajar. Fokus penelitian ini adalah dalam meningkatkan keterlibatan siswa dengan tujuan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Dalam hal ini terdapat beberapa komponen yang menentukan terciptanya keterlibatan siswa di dalam proses belajar dan mengajar. Komponen-komponen tersebut adalah guru, siswa, materi pembelajaran, metode pembelajaran, waktu, tempat, dan fasilitas pembelajaran(media pembelajaran).
1. Guru
Dalam suatu proses belajar mengajar, seorang guru adalah suatu komponen yang menentukan proses belajar siswa. Guru merupakan pengatur kelas yang mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Seorang guru sangat berpengaruh besar proses belajar dan perilaku siswa. Guru sebagai seorang guru dan pendidik memiliki dua aspek yang berasal dari dalam diri guru itu sendiri yang disebut kompetensi.
a. Kompetensi
(1) Kompetensi kognitif
Kompetensi kognitif guru adalah kemampuan guru dalam mengatur dan mengembangakn kemampuan berfikirnya mereka. Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan mereka dalam mengeuasai materi pelajaran, kemampuan untuk mengidentifikasi materi yang akan disampaiakan ke siswa, memilih dan mengaplikasikan metode pembelajaran yang sesuai dan kemampuan untuk menciptakan suatu pembelajaran secara kreatif..
(2) Kompetensi afektif
Kompetensi afektif guru dapat didefinisikan sebagai kemampuan mereka dalam melibatkan aspek kejiwaan dalm proses belajar mengajar. Aspek kejiwaan dalam hal ini merupakan factor psikologis seorang guru. Aspek ini meliputi kasih sayang, kesabaran, apresiasi, pengertian yang mereka berikan kepada siswa. Dalam memudahkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar dan mengajar, aspek psikologis memberikan dampak yang berarti. Siswa tidak hanya dijadikan sebagai subjek pembelajaran dengan kemampuan fisik/raga mereka tetapi juga dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukannya dengan perasaan. Seorang guru yang mengajar dengan penuh perhatian, memahami, dan memberikan apresiasi kepada siswa akan membuat siswa merasa lebih dihargai dan dilibatkan. Hal ini akan memotivasi mereka untuk belajar.
b. Kepribadian
Di dalam kegiatan pembelajaran, kepribadian seorang guru sangat mempengaruhi kinerja penyampaian materi yang disampaikannya. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan belajar siswa karena kepribadian seorang guru sangat erat kaitannya hubungan antara guru dengan siswa yang besar pengaruhnya terhadap motivasi, kebiasaan, perilakau keseharian siswa dalam pembelajaran.
Kepribadian meliputi motivasi guru, karakter, dan perilaku guru itu sendiri. Guru memiliki peranan yang penting di kelas, sebagai contoh cara berbicara di kelas ataupun perilakau dikelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Seorang guru mempunyai pesan moral yang besar kepada sisiwa dalm menyampaiakn pesan-pesan moral yang terkandung dari setiap materi yang disampaikan.
2. Siswa
Faktor lain yang mempengaruhi terealisasinya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar adalah faktor dari dalam diri sisiwa itu sendiri. Sisiwa memeilki aspek kompetensi yang sama hal nya seperti seorang guru, yaitu kompetensi dan kepribadian.
a. Kompetensi
Kompetensi siswa dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu kompetensi kognitif dan kompetensi psikomotorik. Kompetensi kognitif merupakan kemampuan berfikir siswa. Dalam hal ini kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas pembelajaran yang membutuhkan kinerja pikiran atau mental mereka. Kompetensi ini sangat berpengaruh karena berperan terhadap kecerdasan, kreativitas, bakat khusus, cara belajar, teknik mereka belajar yang semua aspek tersebut sanagt besar pengaruhnya terhadap keterlibatan mereka dalm proses belajar dan mengajar di kelas.
Kompentensi psikomotorik merupakan bagian yang awal yang dapat membantu atau menghambat siswa dalam proses belajar. Factor psikomotorik sisiwa membantu mereka dalam kemampuan menulis, berbicara dan mengucapkan kata-kata serta artikulasinya, membuat garis, menggambar dan lain-lain. Kompetensi psikomotorik berperan penting dalam menciptakan keterlibatan siswa.
3. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran juga berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan siswa di kelas. Metode pembelajaran B. Inggris harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Sebagai contoh, seorang guru B. Inggris yang akan mengajarkan speaking akan lebih baik mengunakan metode audio-lingual dan komunikatif metode. Dengan metode tersebut, siswa akan lebih sering terlibat di dalam proses belajar mengajar karena mereka dituntut untuk berkomunikasi dan mendengarkan materi yang disampaikan guru mereka. Dengan demikian keterlibatan siswa jadi lebih maksimal. Siswa juga jadi termotivasi untuk belajar karena metode tersebut menuntut mereka untuk terlibat dalam proses pembelajaran.
4. Materi pembelajaran
Materi pembelajaran merupakan faktor lain yang mempengaruhi dan menentukan keterlibatan siswa pada proses belajar mengajar di kelas. Hal ini menyebabkan suatu ketertarikan siswa atau motivasi mereka dalam mengikuti pelajaran. Materi pelajaran yang baik akan memberikan ransangan yang baik pada proses belajar siswa sehingga mampu mendukung mereka dalam mencapai kompetensi yang mampu emningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan yang diharapkan dari materi yang disampaikan oleh guru.
5. Tempat
Tempat dimana proses belajar dan mengajar berlangsung juga berpengaruh dam menentukan baik tidaknya proses tersebut. Jumlah siswa mempengaruhi layak tidaknya tempat yang digunakan. Kelas yang terlalu sempit akan menganggu kenyamanan siswa jika jumlah siswa tidak cukup untuk kelas tersebut sehingga pergerkan sisiwa tergangu sehingga menyulitkan keterlibatan mereka dalm proses belajar mengajar. Tetapi kelas yang terlalu luas juga tidak baik karena akan memudahkan siswa untuk bertindak bebas dan bisa membuat bebas bergerak kemana-mana..Dalam hal ini luas ruangan harus disesuaiakan dengan jumlah siswa sehingga dapat mendukung terlaksananya prose belajar mengajar siswa.
6. Waktu
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, waktu pelaksanaan PBM tersebut juga berperan penting dan mempengaruhi proses belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan waktu yang tepat dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dalam PBM. Waktu yang tepat untuk belajar bagi siswa adalah waktu dimana siswa merasa siap untuk belajar dan memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti pelajaran. Proses pembelajaran yang dilaksanakan pada pagi hari cenderung berdampak baik pada motivasi dan semangat belajar siswa dibandingkan PBM yang dilaksanakan pada sore hari.
7. Fasilitas
Fasilitas belajar dapat diartikan fasilitas fisik yang digunakan dalm proses belajar dan mengajar. Fasilitas tersebut digunakan dengan tujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Fasilitas belajar akan membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti PBM.
2. Pembatasan Masalah
Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada beberpa masalah yang berhubungagn dengan keterlibatan siswa di dalam pembelajran Bahasa Inggris
3. Perumusan Masalah
Apakah rencana, pelaksanaan, dan evaluasi dapat diselenggarakan berdasarkan hubungan masalah dengan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris.
E. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini telah dijelaskan pada rencana, pelaksanaan, dan evaluasi dari usaha untuk meningkatakan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris.
F. Manfaat penelitian
a) Untuk guru B. Inggris, penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar B. Inggris di dalam upaya untuk meningkatkan prestasi siswa yang mempelajari B. Inggris.
b) Untuk guru bidang studi lain atau guru di sekolah lain umumnya, penelitian ini dapt digunakan sebagai contoh untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar
c) Untuk peneliti, penelitian ini dapat mengembangakan pemikiran dan pengetahuan dalam mengatasi masalah dan memberikan pengetahuan dan pengalaman yang bernilai di dalam penelitian tentang pendidikan.
BAB II
KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR
1. Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Asing
Di negara kita, Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang artinya Bahasa Inggris merupakan bahasa yang dapat digunakan dalam komunikasi dan dapat dipelajari di sekolah. Bahasa Inggris dapat disebut juga sebagai bahasa kedua, karena kita mempunyai bahasa negara dan bahasa Inggris merupakan bahasa lain yang masuk ke negara kita untuk dapat dipelajari di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Seperti yang di paparkan oleh Brown, bahwa:
English is a Second Language (ESL) and English is also a Foreign Language (EFL) can be defined as English within a culture where English is spoken natively (Brown, 2000: 193).
2. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris
Keterlibatan siswa adalah inti dari proses pembelajaran. Keterlibatan ini menentukan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran tersebut. Siswa diharapkan berpartisipasi aktif di dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini adalah untuk memudahkan mereka dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kualitas dan kuantitas keterlibatan siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup faktor fisik, motivasi, ketertarikan dalam belajar, dan kecerdasan (intelligence). Sedangkan faktor eksternal meliputi guru, materi, media, tempat, alokasi waktu, tempat, dan fasilitas.
Berikut adalah komponen pendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris.
Guru
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atu pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan,melakukan penelitian, membantu pengembangan dan pengelolaan program sekolah serta mengembangkan profesionalitasnya (Depdiknas 2004: 8)
Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
Kompetensi sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,orng tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
2. Siswa
Siswa merupakan komponen inti dalam proses pembelajaran. Siswa biasa disebut dengan peserta didik. Keterlibatan siswa sangatlah diperlukan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Tidak hanya guru, siswa juga dituntut untuk memiliki kompetensi atau kemempuan yang mencakup kemampuan kognitif (pikiran), kemampuan psikomotor (keterampilan), dan kemampuan afektif (sikap).
Seorang guru harus mengetahui karakteristik cara belajar siswanya. Berikut adalah karakteristik belajar siswa menurut DePorter & Hernacki (2001).
a. Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Asing
Dalam usaha untuk mempelajari bahasa asing, seseorang hendaknya sekurang-kurangnya harus berusaha keras untuk menguasainya yang di dalamnya termasuk penguasaan kebudayaan baru, cara berpikir yang baru, serta cara bertindak yang baru pula. Keterlibatan secara menyeluruh baik fisik, intelektual, maupun emosional sangat diperlukan agar dapat berhasil sepenuhnya di dalam mengungkapkan dan menerima pesan melalui media bahasa ke-2. (Rombepajung, 1988: 20)
Menurut Azies dan Alwasilah (1966:29) dalam buku mereka yang berjudul Pengajaran Bahasa Komunikatif menyatakan bahwa pembelajar akan belajar bahasa dengan baik bila ia diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam penggunaan bahasa sasaran secara komunikatif dalam berbagai macam aktifitas.
3. Materi pembelajaran
Materi pembelajaran memberikan pengaruh yang besar dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Materi juga berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Materi yang menarik bisa memacu siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, materi juga berpengaruh dalam pemilihan metode dan teknik mengajar yang dilakukan guru.
4. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran adalah salah satu komponen pendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Metode pembelajaran yang tepat adalah metede yang cocok dengan guru, siswa, dan materi.
5. Tempat
Kelas adalah tempat dimana proses pembelajaran dilakukan. Ukuran kelas yang luas dan penampilan kelas yang menarik akan memberikan suasana yang nyman untuk belajar. Penataan kelas juga mempengaruhi suasana belajar. Oleh karena itu, guru harus mampu mengelola kelas agar suasana kondusif dan nyaman saat proses pembelajaran berlangsung sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.
C. Kerangka Berpikir
Sebagaimana dijelaskan dalam latar belakang masalah dan identifikasi masalah, keterlibatan adalah hal paling utama dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Semakin besar keterlibatan maka semakin cepat siswa menguasai materi dan pengembangan pribadi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini termasuk action research. Penelitian ini mencoba untuk meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar mengajar dengan mengembangkan satu bagian atau lebih dari komponen proses belajar mengajr B. Inggris menuju tahap perubahan.
A. Setting
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XA SMAN 1 CIKUPA yang berlokasi di Rajeg. Kelas XA terdiri dari 20 siswa putera dan 17 siswa puteri. Mata pelajaranB. Inggris dilaksanakan dua kali dalam satu minggu (4 jam pelajaran) dan setiap berduarasi 40 menit setiap per jam pelajaran.
Berdasarkan kondisi kelas XA, kemudian, peneliti menentukan bahwa kelas tersebut memerlukan beberapa peningkatan. Peneliti akan mencoba untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas dengan meningkatkan satu atau lebih bagian dari komponen pembeljaran B. Inggris.
B. Subjek penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah peneliti, kepala sekolah, guru B.Inggris yang merupakan anggota dari kelompok penelitian ini. Semua anggota kelompok bekerjasama di dalam mengidentifikasi masalh, merencanakan apa yang harus dilakukan, melaksanakan tindakan untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa di dalam proses belajar B. Inggris.
C. Data yang diperlukan
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah tentang perasaan, pendapat, harapan, nasehat, hambatan yang berhubungan dengan keterlibatan siswa yang diperoleh berdasarkan observasi ketika proses belajr mengajr B. Inggris berlangsung dan melaui Tanya jawab dengan kepala sekolah dan guru serta wawancara dengan siswa.
D. Teknik pengumpulan data
Untuk memperoleh data, peneliti melakukan beberapa kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi tentang bagaimana proses belajar mengajar B. ingris kelas XA dan observasi tersebut difokuskan pada keterlibatan siswa. Peneliti juga memberikan Tanya jawab pada semua anggota tim peneliti dan sisiwa di kelas XA dalm hubungannya dengan keterlibatannya dan faktor-faktor yang brhubungan dengan proses belajr menagjar di kelas XA.
E. Prosedur penelitian
1. Reconnaissance
Pada tahap reconnaisance, peneliti melakukan observasi pada pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas XA, dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang harapan dan pendapat tentang keterlibatan siswa dari angota peneliti lainnya. Proses ini bertujuan untuk menentukan masalah apa yang menjadi dasar utama yang berhubungan denagn keterlibatan siswa.
1. Disamping melakukan observasi, peneliti juga bersama anggota tim, yaitu guru B. Inggris, kepala sekolah, bersama-sama mengidentifikasikan bidang masalah melalui Tanya jawab kepada kepala sekolah, guru mata pelajaran B. Inggris, dan siswa. Berdasarkan tingkat kesulitannya, peneliti mengkategorikan masalh menjadi berat, sedang dan ringan. Peneliti beserta angota tim memilih kategori sedang sebagai bidang masalah. Kemudian, berdasarkan tingkat urgency, peneliti mengkategorikan masalh menjadi tiga kategori, yaitu sangat urgent, urgent dan tidak urgent. Setelah itu, peneliti mengambil kategori sangat urgent. Setelah memperoleh data snagat urgent, peneliti da anggota tim menentukan kelompok masalah dalam keterlibatan siswa yang sanagt urgent tetapi juga paling fisibel. Sehingga bisa dicari solusinya. Reconnaissance bertujuan untuk menentukan masalah yang berbobot sedang, berurgensi tinggi, dan paling fisibel untuk dicarikan solusi atau dikenai action.
2. Action
Pada tahap ini meliputi rencana, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi.
a. Rencana
Peneliti dan guru B. Inggris mengemukakan beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
b. Pelaksanaan dan evaluasi
Tindakan ini disetujui oleh semua anggota peneliti dan dilaksanakan oleh guru B. Inggris kelas XA. Guru bertinadak sebagai pelaku dan peneliti sebagai pengamat .peneliti mengamati dan merekam semua reaksi dan keterlibatan siswa selama proses belajr mengajar berlangsung. Peneliti juga mencatat semua hal tentang keterlibatan dan reaksi siwa. Berdasarkan observasi, peneliti dan anggota tim lainnya mendiskusikan tenatng perubahan-perubahan yang signifikandalm proses belajar mengajar. Ketika hasil pelkasaaan tersebut dipeoleh dan hasilnya adalah hasil yang positif maka proses tersebut akan dilanjutkan. Akan tetapi, jika hasil dari pelaksaan tersebut adalah negative, maka proses tersebut akan dihilangkan.
c. Refleksi
Berdasarkan observasi yang dilakukan pada proses belajar mengajar B. Inggris di kelas XA khususnya menyangkut hubungan keterlibatan siswa diperoleh, peneliti dan guru B. Inggris mambuat analis dan sintesis/perpaduan hasil penelitian. Ketika tindakan tersebut dirasakn berhasil, kemudian hasil tersebut ditentukan sebagai suatu usaha yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Akan tetapi, ketika tindakan tersebut disinyalir gagal, maka penelitian dihentikan dan dicoba kembali. Penelitian dihentikan ketika keterlibatan siswa dalm proses belajr mengajar B. Inggris disinyalir meningkat atau lebih baik dari semula.
DAFTAR PUSTAKA
Deliarnov.Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.
Winardi.1990.Kerangka Teori & Kerangka Berfikir.Bandung : Citra Aditya Bakti.
D.N.B.Singh.1992.Penuntun Upaya Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.
Djojohadikusumo.Sumitro.1991.Perkembangan Upaya Peningkatan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Belajar.Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Soemanto,Wasty.1993.Metedologi Penelitian.Jakarta : Bumi Aksara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar